Jumat, September 12, 2008

Slamat malam ambon dan poso!!!!

Surya tlah lenyap terkubur dalam pekat malam
Sang malam menjadi raja perintahkan ribuan bintang tuk menari
Ini waktu yang tepat untuk mengaduh
Mengaduh pada gelap
Mengaduh pada sunyi
Dan mengaduh pada Sang Penguasa Hati
Jika mimpi masih bisa menamparmu saat kau bangun
Mungkin kau harus ingat kembali
Janji apa yang tlah kau ikrarkan pada jiwamu
Lekas bangun dan pergilah ke kamar mandi
Lawan pagi dengan senyum
Sambut mereka dengan senyum
Karena itu yang paling mudah kau lakukan
Tak ada untung, jika senyummu kau penjara
Wahai…dunia..
Apa yang membuat mereka saling bunuh?
Apa yang buat mereka tumpahkan darah sesama saudara?
Apa tak ada lagi kemanuasiaan di hati mereka?
Apa sangat susah untuk saling berpelukan?
Apa sangat sulit jika singkirkan perbedaan?
Apa masih kurang darah yang mengalir di negri ini
Aku tak kenal kau, kaupun seperti itu
Jika agama beda, setidaknya kita masih satu bangsa
Jika beda bahasa setidaknya kita punya bahasa Indonesia
Knapa kalian terus bertengkar?
Semua mengaku yang benar
Smua mengaku penghuni surga
Dan smua atas nama Tuhan,
Aku bimbang namun tak berdaya
Tak berdaya lantaran, penguasa pun ikut jadi biang keladi.
Mengapa harus ambon?
Mengapa harus poso?
Mengapa…………..????
Disanalah letak surga dua agama yang tlah ratusan tahun dalam cinta.
Disanalah toleransi dan esensi beragama terjalin
Apakah agama ada hanya buat keributan dan saling bunuh?
Apakah tak ada lagi pekerjaan lain selain buat rusak dan paksakan kehendak?
Aku heran…..
Padahal kalian tak punya keturunan kaum bar-bar, atau kaum fasis.
Sebaikanya buang saja kitab suci kalian jika hanya menjadi alasan untuk membunuh.
Dan jangan sekali-kali, bawa nama Tuhan kalian saat membunuh.
Tak ada guna nya mempermasalahkan perbedaan?
Mari kita berkaca pada alam.
Pelangi indah lantaran dia berbeda.
Taman bunga indah lantaran beda jenis,namun menjadi irama kesejukan hati
Sungguh terkutuk kita…..
Jika tidak bisa menunjukan rasa kemanusiaan kita.
Dan itulah mengapa kita beda dengan makluk lainnya.
Jangan kita menjadi hewan yang tak manusiawi
Ulurkan tangan…..
Berpelukan…………
Hanya cinta…ketulusan….dan sayang..
Yang bisa satukan surga yang tlah terkoyak….
Saudaraku…aku disini melihatmu
Walau tak bisa sumbangkan secuil debu…
Namun aku punya sejuta rindu
Rindu ambon dan posoku yang dulu…………
Smoga kedamaiaan cepat datang ke padamu.



Asoka
Jomblo gila namun terakreditasi A

Tidak ada komentar: